Powered by Blogger.

Cerita tentang pop up art Menginspirasi :)

Saturday, 26 October 2013


Jalan – jalan di dunia maya yang berujung dengan terdampar di sebuah TUMBLR milik nona Wuri, sang vokalis yang juga merangkap sebagai keyboardist band Faal. Jadi teringat pada buku Pop Up yang dibuat olehnya sebagai tugas TA. Rasa penasaran pun menghampiri, gatal mulut ala ibu – ibu arisan juga turut serta menjangkit, alhasil jari jemari lentik ini yang terpuaskan. Karena mengobrol pun terlaksana di chat box maya nan fana, hening tanpa sepatah katapun yang keluar dari bibir manis. Ditemani setia oleh suara merdu Chris Martin, alhasil inilah buah tangan yang berhasil dipetik dari bincang – bincang miss Flamingo dengan nona Wury, yang saat ini sedang sibuk berkegiatan mengantor di daerah Gunung Batu – menjadi seorang desainer, asisten dosen di Itenas, dan juga ber-Faal ria.
 Mendadak hobi mengkoleksi tanaman kaktus yang pertama kali didapatkannya di Tangkuban Perahu dengan harga banting ala ibu – ibu, serta kegemarannya terhadap buku anak – anak, melahirkan sebuah ide cemerlang untuk usulan TA-nya (baca: Tugas Akhir) mengenai “Buku Interaktif Tanaman Kaktus Untuk Anak”. Namun setelah melalui berbagai proses, akhirnya diambillah judul “Buku Interaktif Tanaman Langka di Indonesia Untuk Anak”. Pilihan judul di atas dijatuhkan dengan alasan “Soalnya setelah dicari tau kasian banget tanaman langka indonesia banyak yang diburu…”, kata nona Wuri.
Kencintaannya terhadap buku anak, tak terlepas dari andil sang ayah yang senang membelikannya buku anak sejak SD. Hal ini terbawa sampai sekarang, nona Wuri masih senang berburu buku anak. Salah satu toko buku favoritnya kalau di Jakarta adalah Aksara, dan kalau di Bandung itu Gramedia. Sedikit bocoran, katanya di belakang Gramedia ada yang jual buku anak bekas masih bagus lagi, btw Gramedia yang dimana ya, miss Flamingo pun lupa bertanya, kaya di Bandung cuma ada 1 toko Gramedia aja -___-, hihiii.
Nona Wuri pertama kali melihat buku pop up ketika duduk di kelas 2 SD, tapi baru kenal kalau ternyata nama buku yang seperti itu adalah pop up ketika menginjak SMP. The Ugly Duckling merupakan salah satu buku pop up anak yang dibelikan oleh sang ayah. Proses pengerjaan proyek TA ini sendiri memakan waktu kurang lebih 3 bulan, termasuk riset yang dilakukannya, juga potang – potong kertas sana sini secara manual. Dan beruntungnya, nona Wuri tidak perlu mengoperasi koleksi buku pop up miliknya untuk melihat bagaimana mekanisme si buku. Dikarenakan dirinya berhasil menemukan sebuah buku yang membahas tentang paper engineering, yang berjudul Element of Pop Up buatan David Carter,  yang sampai saat ini menjadi salah satu buku favoritnya. So lucky you :D .
Keinginan untuk menyelesaikan serial buku pop up untuk anak, yang membahas mengenai tanaman langka di Indonesia semacam Nepenthes (kantong semar), Anggrek, Palem, Raffles, dan lainnya yang total – total berjumlah 9 buah ini masih terpatri di hati nona Wuri. Namun apa daya, waktu tak memungkinkan untuk saat ini. Neng Puspa, si pemandu bagi pembaca dalam berkelana mengenal tanaman langka, yang merupakan karakter ciptaan nona Wuri, harus berpuas diri berjelah di kebun kantung semar dulu – NEPENTHES (buku yang dikerjakannya sampai 100% selesai dalam proyek TA). Beberapa waktu yang lalu, sebuah publisher sempat menawarinya untuk menerbitkan buku ini. Namun karena bertabrakan dengan ongkos produksi yang tinggi bila dicetak dalam bentuk pop up, alhasil kesepakatan pun tidak menemukan titik terang.
Kesibukan yang menyita waktu nona Wury untuk menyelesaikan buku pop up lainnya juga turut menjauhkannya dari membuat pop up card, yang sempat dijadikannya ladang mencangkul. Semoga cita – cita untuk meneruskan S2 dan menjadi dosen, serta membuka kelas pop bisa segera terwujud nona Wuri :) .
FUNATIKO – Pop Up Card
“Yesterday is a canceled check; tomorrow is a promissory note; today is the only cash you have – so spend it wisely.”
~Kay Lyons
Nona Wuri sedang beraksi di atas panggung, you’re such a multi – talented woman ♥. Dan semoga suatu hari nanti buku Serial Ekspedisi Tanaman Langka Indonesia bisa terbit dalam format pop up, seperti yang diharapkan, dan menjadi buku yang menginspirasi anak – anak Indonesia juga dunia :) .




 Sumber :
 - photos doc pribadi nona Wuri

Pop Art and Pop Up Book




senengkan jika kita membaca sesuatu yang menarik dan lucu. Buku-buku dengan gambar-gambar menarik dapat digunakan untuk mengilustrasikan cerita. Jika lo juga ingin menunjukkan cerita-cerita menarik untuk orang lain dengan cara yang menarik, cobalah membuat sebuah buku pop-up.
Berikut adalah beberapa petunjuk yang akan membantu Anda untuk memahami bagaimana Anda dapat membuat pop-up dengan beberapa buku yang sangat menarik pop-up penutup.
Petunjuk tentang Cara Membuat Buku Pop-Up
  1. Ambil dua 9 × 12 buah makalah konstruksi dan melipatnya menjadi dua bagian. Sekarang mengambil satu kertas dan menemukan titik di tengah pinggir dilipat.
  2. Menarik garis dari titik ditandai ke tepi luar kertas.
  3. Menggunakan gunting memotong garis, mulai dari tepi dilipat. Lipat kembali tutup dibuat dengan memotong. Lipat mereka kembali sehingga mereka membentuk dua segitiga.
  4. Buka tutup lagi dan juga membuka seluruh halaman. Sekarang, pegang kertas dengan cara sedemikian rupa sehingga tampak seperti tenda. Tempatkan jari Anda di bagian atas segitiga dan menekannya hati-hati sehingga segitiga didorong melalui ke sisi lain dari kertas.
  5. Sekarang menaruh jari Anda di bagian bawah segitiga kertas dan mengulang hal yang sama. Anda akan melihat bahwa segitiga atas dan bawah akan terdorong keluar untuk membentuk sebuah kartu di dalam mulut. Make Pop up Books
  6. Setiap kali Anda membuka atau menutup kartu tersebut, mulut secara bersamaan akan membuka dan menutup dan akan kelihatan bahwa itu berbicara.
  7. Anda sekarang bisa menggambar orang atau hewan atau bahkan rakasa sekitar mulut dan lem halaman dalam dan luar bersama-sama. Tapi pastikan Anda tidak menerapkan lem di daerah dengan mulut pop-up. penutup Anda untuk buku Anda siap.
  8. Sekarang Anda dapat menambahkan halaman untuk menutupi Anda. Putuskan berapa banyak halaman yang ingin Anda menyertakan dan melipat kertas masing-masing menjadi dua bagian. Pasang lem di tepi melipat kertas dan memasang halaman bersama-sama. Memungkinkan mereka untuk kering.
  9. Pilih Anda cerita dan pena itu di halaman-halaman ini, hanya bila benar kering. Sementara sedang menulis cerita di halaman dalam, Anda dapat meninggalkan ruang untuk menambahkan karakter pop-up.
  10. Sekarang memotong karakter menarik untuk cerita Anda dan menentukan karakter akan disisipkan pada setiap halaman. Pastikan untuk meninggalkan beberapa ruang di bagian bawah karakter.
  11. Lem hati-hati karakter ke dalam cerita. Pastikan Anda melipat bagian bawah masing-masing karakter dan kemudian menambahkan sedikit lem di atasnya. Tekan mereka tegas sehingga mereka bisa benar tetap. Lanjutkan proses untuk karakter lain pada halaman lain buku ini.
Ini beberapa contoh gambar POP UP! Lucuuuuuuuuuuuuuu kaaaan :* ;*

Cara Membuat Pop-Up Books Gampang!!

Cara Membuat Pop-Up Books

Membuat pop-up buku dapat menjadi tugas yang menarik untuk dilakukan. Buku-buku dengan gambar-gambar menarik dapat digunakan untuk menggambarkan cerita. Jika Anda juga ingin menunjukkan cerita yang menarik untuk anak Anda dengan cara yang menarik, maka cobalah membuat sebuah buku pop-up.

Berikut adalah beberapa petunjuk yang akan membantu Anda untuk memahami bagaimana Anda dapat membuat pop-up buku dengan beberapa pop-up penutup benar-benar menarik.

 

Petunjuk tentang Cara Membuat Pop-Up Books

1. Ambil dua 9 × 12 buah makalah konstruksi dan melipatnya menjadi dua bagian. Sekarang mengambil satu kertas dan menemukan sebuah titik di tengah pinggir dilipat.
2. Menarik garis dari titik ditandai dengan tepi luar kertas.
3.Menggunakan gunting memotong melalui garis, mulai dari tepi dilipat. Lipat kembali tutup dibuat dengan memotong. Lipat mereka kembali sehingga mereka membentuk dua segitiga.
4.Buka tutup lagi dan juga membuka seluruh halaman. Sekarang, pegang kertas dengan cara sedemikian rupa sehingga tampak seperti tenda. Tempatkan jari Anda di bagian atas segitiga dan hati-hati dorong ke bawah sehingga segitiga didorong melalui ke sisi lain dari kertas.
5.Sekarang menaruh jari Anda di bagian bawah segitiga kertas dan mengulang hal yang sama. Anda akan melihat bahwa segitiga atas dan bawah akan terdorong keluar untuk membentuk mulut di dalam kartu. 

6.Setiap kali Anda membuka atau menutup kartu, mulut secara bersamaan akan membuka dan menutup dan itu akan tampak bahwa itu berbicara.
7.Sekarang Anda dapat menggambar orang atau hewan atau bahkan rakasa sekitar mulut dan lem bagian dalam dan halaman luar bersama-sama. Tapi pastikan Anda tidak menerapkan lem di daerah dengan pop-up mulut. Sampul Anda untuk buku Anda siap.
8.Sekarang Anda dapat menambahkan halaman untuk menutupi Anda. Putuskan berapa banyak halaman yang ingin Anda sertakan dan melipat kertas masing-masing menjadi bagian. Pasang lem di dalam tepi kertas terlipat dan melampirkan halaman bersama-sama. Biarkan mengering.
9.Pilih cerita dan pena itu di halaman-halaman ini, hanya bila dikeringkan dengan baik. Sementara menulis cerita di halaman dalam, Anda dapat meninggalkan ruang untuk menambahkan pop-up karakter.
10.Sekarang memotong karakter menarik untuk cerita Anda dan menentukan karakter akan disisipkan pada setiap halaman. Pastikan untuk meninggalkan beberapa ruang di bagian bawah karakter.
11.Hati-hati lem karakter ke dalam cerita. Pastikan Anda melipat bagian bawah masing-masing karakter dan kemudian menambahkan sedikit lem di atasnya. Tekan mereka tegas sehingga mereka bisa benar tetap. Lanjutkan proses untuk karakter lain pada halaman lain dari buku ini.


 Selamat mencoba......
Sumber : 

Membuat Pop Up Books dan Sejarahnya

Membuat Pop Up Books

Pop up book adalah buku dengan elemen kertas dalam halaman-halaman yang dapat dimanipulasi oleh pembuatnya sehingga terlihat nyata. Pop up book dapat dilipat, dilem, atau tarik- sehingga membentuk elemen yang bergerak di dalam halaman-halaman cerita.



untuk membuat Unsur-unsur kertas bergerak dalam bentuk pop up memerlukan keahlian seorang paper engineer yang dapat secara efektif mendesain tiap detail elemennya. Perakitan dan pemotongan kertas biasanya cenderung mahal dan kompleks.

SEJARAH POP UP BOOKS

Sekitar 700 tahun yang lalu orang-orang menggunakan buku sederhana dengan bagian yang bergerak untuk mengajarkan tentang anatomi atau membuat prediksi astronomi. pembaca buku Pop up awalnya adalah orang dewasa, bukan anak-anak. Hal ini diyakini bahwa penggunaan pertama buku pop up dalam naskah untuk astrologi tahun 1306. Penyair Katalan Ramon Llull, dari Majorca, menggunakan disk bergulir atau volvelle untuk menggambarkan teori-teorinya. Selama berabad-abad volvelles telah digunakan untuk tujuan yang beragam seperti mengajar anatomi, membuat prediksi astronomi, menciptakan kode rahasia, dan menceritakan kekayaan. Dengan 1.564 buku lain astrologi bergerak berjudul Cosmographia Petri Apiani telah diterbitkan. Pada tahun-tahun berikutnya, profesi medis memanfaatkan format ini, menggambarkan buku anatomi dengan lapisan dan penutup menunjukkan tubuh manusia.
Pada pertengahan abad ke sebuah perusahaan Inggris memproduksi buku-buku tersebut untuk anak-anak, dan pada abad kedua puluh mereka telah menerbitkan lebih dari 50 judul.



Sebuah perusahaan Amerika bernama McLoughlin Brothers dari kota New York menghasilkan buku bergerak pertama di Amerika Serikat sekitar 1880. Pada tahun 1960-an Waldo Hunt seorang warga amerika membuat iklan di majalah terinspirasi oleh Pop up book dari Cekoslowakia. Hunt mulai memproduksi sendiri pop up book untuk konsumsi publik dan turut mempopulerkan pop up book hingga saat ini. Hari ini, buku pop up sangat populer di kalangan anak-anak karena lebih menarik, kreatif, unik dan lebih nyata.. banyak kartu ucapan dan iklan menggunakan metode pop up. buku-buku astronomi, geologi,dan dinosaurus juga mulai dibuat dengan metode pop up agar anak lebih tertarik membacanya.



Bagaimana cara membuatnya?

Bahan Baku

Pop up book biasanya menggunakan bahan baku kertas yang agak tebal dan berat, papan atau karton tebal untuk bagian cover depan dan belakang, lem untuk mengamankan cover, dan lem untuk lampiran pop up elemen. Beberapa perusahaan menggunakan pernis air atau minyak ada juga yang menggunakan film plastik sebagai bahan laminasi.

untuk membuatnya:
1. tentukan ide atau tema.. buku seperti apa yang ingin anda buat.
2. menentukan bagian mana yang akan bergerak dan bagian mana yang diam.
3. memastikan setiap detail elemen, dan bagian2 mana saja yang akan dipotong, dan bagian mana yang diberi perekat.
4. membuat dummy atau ujicoba gerakan dengan kertas karton putih atau dikenal dengan white dummy.

5. mengevaluasi gerakan white dummy dan melihat apakah tiap detail gerakan telah sesuai.
6. print bagian2 yang telah fix lalu rekatkan ke halaman buku.
7. menyesuaikan bagian pop up dengan teks tulisan agar terlihat pas dipandang mata.
8. Supaya keren bagian cover juga bisa dilapisi kain dengan motif lucu lalu dijahit..







ini video nya
[youtube]PQ8sr_9NyHY[/youtube]
[youtube]N5GmLVXsNyc[/youtube]
[youtube]ftmoqifJDtI[/youtube]

sumber
http://en.wikipedia.org/wiki/Pop-up_book
http://www.popupbooks.com/
sumber 

Make Pop Up! ini sebuah Seni

Dua hari yang cukup spesial pastinya bagi Vivi. Dua hari yang jaraknya berdekatan dan gw bingung untuk kasih hadiah apa. Vivi udah selalu bilang, “kamu ngga usah mikir mau ngasih hadiah apa, cukup hadir di party aku aja itu udah the best gift for my birtahday” hampir tiap tahun dia bilang kayak gitu.

Singkat cerita, setelah susah payah gw nemu hadiah untuk Vivi. Tapi kok gw ngerasa ada yang kurang dengan hadiah itu. Gw ngerasa kalau itu hadiah ngga ada impact apapun, gw ngerasa hadiah itu kurang represent perasaan gw, rasa sayang gw.

Out of nowhere tiba-tiba mucul di kepala gw untuk nyelipin kartu ucapan juga bareng hadiah itu. Tapi gw mikir lagi kalau kartu ucapan biasa kayaknya sama aja bohong, ngga akan mengubah apapun, masih belum ada impact apapun.

Konsep dan desain awal pake kertas berkas
( Sambil main Yoyo buatnya )
Pertama gw mikir, untuk buat kartu ucapan biasa tapi hand made alias buatan sendiri. Terus gw dapet ide lagi ‘kenapa ngga buat kartu ucapan dalam bentuk Pop up’. ‘kayaknya kalau kartu ucapan pop up Cuma selembar doang ngga seru… ok buat pop up card aja gimana?’ Dan jadilah gw buat pop up card. Ide buat pop up itu muncul tanggal 20. 

Gw sempet ngga yakin bisa buat tepat waktu, rencana awal gw mau kasih tanggal 23. Tapi pas Vivi nelepon, gw dapet kabar pesta ulang tahunya tanggal 27 gw sedikit agak lega. Karena pertama, tanggal 20-23 itu gw lagi sibuk-sibuknya. Berarti gw bisa buat itu pop up card tanggal 23-27. Kedua, Tanggal 26 hari anniversary kita berdua kayak juga mustahil gw, bisa ketemu dia, Karena pas banget hari raya idul adha, artinya sehari mutlak itu untuk keluarga.

Agak terselamatkan kondisi jadi… Buat konsep itu sehari, buat design itu sehari, motong-motong dan nempel sama finishing touching itu sehari. Pas banget selesainya. Kesulitannya cuma pas nentuin kertas untuk finishing. Coba-coba dari yang 220gr - 200gr - 160 gr - 100 gr, akhirnya kepilih yang 160 gr, ngga terlalu lemes dan ngga terlalu kaku kertasnya.


Desain di Vidia (my Laptop)
  
Dari rencana awal gw ngasih itu pop up card barengan hadiah gw, ngga jadi…karena gw ngasih hadiahnya pas tanggal 23nya, pas Vivi baru bangun tidur (sleeping face dia cute banget).Tanggal 27nya baru gw kasih,itu pop up card… dan gw seneng pas lihat dia senyum baca itu card.




Desain di laptop, di buat pake photoshop. Sebenarnya kalau mau pake Ms Word atau program lain yang bisa untuk editing gambar dan Tulisan juga bisa, contohnya Corel, Ms Paint, dll. Tapi Ya karena yang paling familiar photoshop ya udah make program itu. Selain karena paling sering di pake juga karena ada snap gridnya jadi gampang ngatur posisi persis tengahnya. Walaupun sekali lagi ada corel yang bisa lebih presisi dan vector mainannya tapi keterbatasan waktu ya akhirnya ngga kepikiran pake corel (padahal jelas-jelas ada desktop iconnya setiap buka laptop).

Jadinya gini Pop Up Cardnya
 Cover yang lupa dibuat, dan akhirnya tulis tangan ngaco


Halaman Pertama, yang ngga masuk akal, apa yang ada di kepala dibuat. Pas Vivi baca, dia agak bingung.



Halaman Kedua. Pop Up namanya dia. Ini halaman yang satu-satunya gw pikir bener-bener. Dan reaksinya dia pas baca mulai senyum-senyum

Halaman Ketiga. Wajahnya yang adorable kalau udah ngambek. Entah apa yang gw pikirin pas buat halaman ini. Maunya sih pake foto dia. Tapi ngga ada fotonya pas dia lagi ngambek, hold breath gitu dan jadilah pake foto anime aja. Reaksinya dia, sempet lihat balik ke gw
Halaman ke empat, A piano. Tentang hobinya dia. She’s surprisingly good. Dan itu kata-kata “ A side that I hope just myself know about” bener-bener jujur.

Halaman ke lima. Dua orang lagi istirahat di samping lapangan badminton. Dan itu bagaimana pertama kali ketemu, dan somehow awet sampai sekarang.

Halaman ke enam, Eiffel tower. Well, cerita singkatnya, ayahnya dapat promosi ke France, dia sekeluarga di ajak. Europe means better life, better education than here, pikir gw. Jadi gw sengaja ‘menghilang’, dan biarin dia milih ikut pindah atau ngga tanpa gw dalam salah satu alasannya. Walaupun sebenarnya ujung-ujungnya ada bagian dimana gw nanyi don’t go away punya oasis (Let’s keep it for another time).

Halaman ke tujuh, halaman terakhir. 



HAPPY ANNIVERSARY 

membuat pop up card

Hola! kali ini saya akan membahas mengenai how to make a pop up card. kebetulan saya sempat membuat pop up card di salah satu bagian scrapbook saya. kalau kalian pernah membuka posting saya tentang scrapbook revisi pasti tidak asing dengan foto dibawah ini hohoho :D bingung untuk halaman awal scrapbook kalian?? mungkin pop up card bisa jadi salah satu solusinya
maka kali ini akan bahas HOW TO MAKE A POP UP CARD
yang kita butuhkan:
karton
koran/majalah
kertas origami/kertas kado
gunting-lem UHU-solasi-gunting
penggaris
yang dimaksud dengan scrapbook sebelumnya adalah scrapbook yang telah saya buat tutorialnya di scrapbook akordion. maka dapat disimpulkan untuk ukuran pop up card itu relatif bagaimana ukuran scrapbook yang kita hendak buat. namun pada prinsipnya untuk memudahkan ukuran pop card sama dengan p(-2cm) x l(-2cm). contoh: 21cm(-2cm) x 30cm(-2cm) = 18cm x 28cm

seperti ini kita menggunting kartonnya, hanya bagian kiri-kanannya!


kemudian karton dimasukan ke sisi dalam agar membentuk sumbu sehingga kalau dibuka maka secara otomatis dia akan berdiri sendiri


ini adalah tampak depna-samping kalau kita buka pop-up cardnya, setelah selesai membuat bagian kartunya kita, kemudian kita lem karton tersebut di scrapbook. sebaiknya menggunakan lem uhu karena tidak akan berbekas-tidak akan basah-tidak meninggalkan  bekas
langkah berikutnya kita menyiapkan gambarnya. saya memilih tema pemain sepakbola maka saya mencari gambar-gambar tersebut di koran olahraga. namun sebaiknya teman-teman mencari gambar yang hendak ditempel di majalah-majalah karena kualitas gambarnya lebih bagus ketimbang mengambil dari koran. alternatif lainnya kita meng-googling beberapa gambar dan kita print sendiri gambarnya, tergantung selera kalian sendiri ...


kemudian kita tempel di pop up cardnya. kita harus pintar-pintar memilih gambar karena harus sesuai dengan ukuran karton pop-upnya. jika kertas gambar terlalu tipis kita bisa lem terlebih dahulu gambar di kertas HVS kemudian gunting dan tempel di karton pup up agar cukup tebal sehingga dapat berdiri.



untuk menutupi sisi-sisi saya menggunakan potongan kertas origami agar tidak terlihat sisi potongan guntingan. tidah harus menggunakan kertas origami, kertas kado pun bisa digunakan, tergantung selera dan keinginan :D
karena terlalu sepi saya tambahkan beberapa tulisan-gambar di pop-up cardnya. saya menggunakan crayon warna putih. bisa ditambahkan dengan tulisan "Happy Birthday" atau "Happy Anniversary"

HASIL AKHIRNYA!!


anyway, welcome March! saya sendiri berharap semoga saya semakin sering posting tentang scrapbook. MARI MEMBUAT SCRAPBOOK xxxx

:sumber:
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Semangat Pagi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger